Mendidik anak selama 12 tahun saja sudah cukup?
Ya, menurut saya mendidik anak dengan perhatian full total sebenarnya cukup 12 tahun saja. Setelah itu kita tinggal mengawasi saja. Ini berdasarkan pengalaman saya. Orang tua saya mendidik anak-anaknya dengan disiplin ketat hanya sampai saya SD. Sejak kecil kami semua wajib melakukan hanya 4 hal : sekolah, sholat 5 waktu, belajar di malam hari, dan jam 9 malam tidur. Jika itu sudah dilakukan, maka kami boleh bermain.
Bahkan jika kami merengek pake syarat macam2, minta dibelikan ini itu, maka akan dikabulkan asal mau melakukan ke 4 hal itu. Jika permintaan kami sudah dituruti tapi kami tetap tidak mau, maka akan dimarahi dan dihukum.
Subuh, kita dicipratin air agar bangun untuk sholat subuh. Bila telah selesai sholat subuh, mau tidur lagi juga silahkan asalkan jam 7 berangkat sekolah. Disiplin ini lama kelamaan jadi kebiasaan.
Nah, ketika saya SMP, Ibu saya sama sekali tidak menyuruh saya ini itu, terserah saya mau ngapain, Ibu sudah percaya penuh. Padahal saat itu saya mulai kost, dimana teman-teman se kost an saya kebanyakan anak SMA. Ketika teman-teman di malam hari ngobrol ngalor ngidul, dll, saya belajar. Karena sudah jadi kebiasaan bhw malam hari itu adalah waktu untuk belajar. Ada perasaan tidak nyaman ketika tidak belajar. Demikian juga sholat 5 waktu. Tidak pernah terlewatkan, karena ada perasaan berdosa dan tidak nyaman jika tidak sholat. Begitulah,... bertahun-tahun kemudian itu jadi kebiasaan yang tetap saya kakukan, meski Ibu saya tidak menyuruh. Demikian hal nya dengan kakak dan adik saya, juga terbentuk kebiasaan yang sama. Belajar dan Ibadah adalah 2 hal yang ditekankan oleh orang tua saya, yang kebetulan keduanya berprofesi sebagai guru.
Ibu kost saya yang di Surabaya, karena begitu sayangnya pada ke empat anaknya, sampai-sampai tidak tega untuk menyuruh anaknya sholat atau belajar. Jika si anak merajuk tidak mau belajar atau sholat, dibiarin karena sayang. Dia pikir toh nanti kalo sudah besar akan tahu sendiri pentingnya belajar dan ibadah. Sayang sekali, justru karena sejak kecil tidak pernah dibiasakan belajar dan ibadah, maka sampai dewasanya sekarang, mereka sangat susah jika disuruh belajar dan sholat. Kerjanya cuma nonton TV melulu, atau melakukan hal-hal yang wasting time.
Jadi, didiklah anak dengan disiplin ketat sejak dini hingga umur 12 tahun. Setelah itu, kita tinggal kipas-kipas mengawasi aja, karena kebiasaan baik sudah terbentuk. Ketika anak menginjak remaja, sangat sulit untuk diperintah, mereka cenderung memberontak. Jadi kesempatan membentuk kebiasaan mereka hanya ketika masih kecil, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

1 Comments:
tetapi dengan pengalaman pribadi ibu saya ketika menyuruh anak belajar beliau hanya berkata pada anak kalau kamu malas belajar kamu akn menjadi pemulung tetapi kalau rajin kerjamu hanya tanda tangan dan dapat uang
Post a Comment
<< Home