Mendidik Anak Sholeh

catatan ringan seputar bagaimana mendidik anak sholeh

Tuesday, May 10, 2005

Logika Anak-Anak

Abi, 2.5 th – keponakanku – sangat senang ketika aku beri sebuah benda, yang baru pertama kali dilihatnya. Lup, atau orang Jawa bilang suryokontho atau kaca pembesar. Aku ajak dia cari semut, aku bilang dengan kaca pembesar ini semut akan terlihat lebih besar. Beberapa kali dia cari semut dan bilang : “Tante Ufi, semutnya jadi besar ! “ sambil tertawa senang.
Ketika aku bilang bahwa lup ini juga bisa membuat api dengan bantuan sinar matahari, dia sangat antusias dan penasaran. Apalagi dia sudah beberapa bulan ini setiap ke mall selalu minta dibelikan pistol kecil, hitam, yang bisa keluar apinya. (inilah akibat tayangan di tv ck.ck.ck.).
Saat itu juga minta ditunjukkan bagaimana caranya. Karena masih mendung, aku bilang untuk menunggu sampai matahari kelihatan. Sekitar pukul 9 pagi matahari memancarkan sinarnya melalui celah-celah jendela. Seketika Abi kegirangan dan bilang : “Tante Ufi, itu sudah ada warna onyes (orange, red). Sudah ada mataharinya.”
Akhirnya aku coba bikin api dengan lup tersebut. Tapi karena sinar matahari kurang maksimal, maka lama sekali kertasnya belum juga terbakar. Karena abik belum mandi aku suruh dia mandi, tapi ngga mau. Aku bujuk dia mandi : “Ayo mandi, Bi. Ntar apinya ngga bakal keluar klo Abi belum mandi.” (Ini cara membujuk yang salah he.he..)
Setelah dia mandi, kami lanjutkan bikin apinya. Ternyata yang keluar cuma asap doang dan kertas koran jadi gosong. Tapi itu sudah bikin senang Abi, dia belajar sesuatu yang baru hari itu.
Pas jam 11 aku ajak Abi bikin lagi. Waktu menunggu kok ngga juga keluar api, cuma asap doang, aku menggumam : “Kok ngga keluar api sih?“
Abi bilang gini : “Abi udah mandi, Tante.”
Aku tanya :“Apa hubungannya?” Dia ulangi lagi : “ Abi udah mandi.”
Ha.ha.ha.. aku baru nyadar kalo tadi aku telah salah ucap. Jadi logika dia adalah seperti yang aku katakan bahwa kalo abi mandi maka apinya akan keluar.
Itulah... lain kali kalo mengatakan sesuatu sama anak kecil mesti hati-hati.
Dia senang sekali dengan lup itu, dibawa kemana-mana. Waktu dia lupa naruh dimana, dia nanya : “Mana kaca pembersihnya?”
“Ha.ha.ha.. salah Bi.”
Mana kaca penggedenya?’
"Ha.ha.ha...."

1 Comments:

Anonymous bunda said...

ha..ha..ha... lucu banget....
itulah dunia anak-anak yang polos....

2:37 AM  

Post a Comment

<< Home