Full Day School, Perlukah?
Pernah lihat iklan di TV tentang Kijang Inova? Ada 3 orang anak yang saling bercerita tentang kekayaan orang tuanya. Anak pertama dan kedua membual bahwa ayahnya punya pesawat lah dll, sementara anak yang ketiga dengan malu-malu bilang : “Ayahku punya Kijang Inova” .Ya, itu memang cuma iklan. Tetapi itulah kenyataan yang terjadi pada anak-anak, terutama yang sekolah di Full Day School.
Kenapa fenomena ini bisa terjadi? Kalo kita perhatakan, biaya masuk sekolah seperti ini sangat mahal. Bagi orang kaya, nyekolahin anak ke sekolah mahal itu investasi, uang tidak jadi masalah. Selain karena mereka merasa aman bahwa anaknya akan jadi “orang”, juga karena prestise/gengsi orang tua. So, tidak heran jika di depan sekolah-sekolah seperti ini selalu berderet mobil-mobil bagus, seolah jadi ajang pamer kekayaan. Dan celakanya, ini tidak hanya menimpa ibu-ibu, tetapi juga menimpa anak mereka. Anak-anak di sekolah akan selalu pamer ke teman-temannya. “Ayahku mobilnya tiga. Ayahmu mobilnya berapa?” “Kemarin aku makan buah naga, kamu pernah tidak?” “Ayahku seorang jenderal, TV ku di rumah ada 8, di tiap ruangan ada TV nya.” Itulah beberapa bualan yang saya dengar dari anak-anak.
Beberapa orang tua mengeluh tentang hal ini. Betapa tidak, pulang sekolah, si anak nangis minta dibeliin mobil. Ada juga yang minta dibeliin rumah karena ortunya masih tinggal di pondok mertua indah, atau minta dibeliin makanan mahal-mahal. Bagi orang tua yang super duper kaya sih, ngga masalah. Nah, kalo sudah seperti ini siapa yang harus bertanggung jawab?
Full Day School dengan segala kelebihannya, ternyata menyisakan efek terhadap life style si anak. Full Day Shool juga bisa jadi sarana penitipan anak karena orang tua sibuk bekerja. Anak mendapat pendidikan plus, ada yang mengedepankan keahlian berbahasa Inggris, ilmu-ilmu keIslaman, sejak SD sudah hafal sekian ratus hadis, ada yang mengedepankan keahlian / skill, dll. Seolah dengan memasukkan anak ke Full Day School, orang tua bisa melepaskan tanggungjawab pendidikan anak sepenuhnya di tangan sekolah. Padahal, bagaimanapun juga, pendidikan anak tetap jadi tanggung jawab orang tua. Andai saja orang tua mau meluangkan waktunya, mencurahkan tenaga dan pikiran, untuk dengan sungguh2 mendidik anaknya dengan baik, maka sekolah di SD Inpres aja sebenarnya sudah cukup.

1 Comments:
kalau sy jd orang kaya...sy akan hidup tdk berlebihan...dan anak sy harus mengerti susahnya cari uang sehingga pola pikir mereka nti tdk seperti itu
Post a Comment
<< Home