Anak-Anak Korban Mode?
Azmi, 8 th, bersama gank kecilnya,Gita dan Muti, mereka punya kesukaan yang sama : Barbie! Barang apapun asal ada gambar Barbie, pasti minta dibelikan. Sampai-sampai warna baju, sepatu, dll selalu minta warna pink, warna yang sudah jadi trade mark Barbie. Pokoknya Barbie banget, gitu lho.
Saya ngga tahu, bagaimana anak-anak ini bisa jadi fans berat Barbie. Mungkin peran ortu juga ikut andil disini. Sejak bayi, Muti didandani dengan segala pernik Barbie mulai dari ujung kaki hingga kepala. Akhirnya dia jadi sangat suka Barbie, dan ini menular ke Azmi dan Gita. (Tahu ngga, tanpa kusadari aku juga ketularan jadi suka warna pink! ha.ha.ha.).
Ketika AFI disiarin di Indosiar, dan jadi trend, anak-anak ini ikut-ikutan nge-fans. Sampai-sampai poster, cd, kaset, dll mereka koleksi. Dunia entertainment seolah telah menyihir mereka. Tiap ada kesempatan mereka bernyanyi dengan memakai mike dan bergaya seolah-olah mereka juga peserta AFI. Ketika ada Konser AFI di Sabuga mereka merengek minta diantar nonton. Dengan bangga Azmi bercerita kalo dia sempat bersalaman sama Icha peserta asal Bandung.
Pernah aku tanya Azmi : “Nanti kalo sudah besar Azmi pengen jadi apa?” Dengan mantap dia jawab : “Pengen jadi entertainer.” Gile....., entertainer, gitu lho. Kosakata yang waktu aku seumur dia belum begitu familier. Dulu, kalo anak kecil ditanya pengen jadi apa, mereka akan bilang pengen jadi dokter, presiden, dll. Bahkan percaya tidak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono waktu kecil ditanya pengen jadi apa, dia jawab: pengen jadi Presiden! Kalo anak jaman sekarang, pasti jawabnya pengen jadi artis, model, entertainer, dan sejenisnya. Profesi macam dokter, dll sudah tidak menarik dimata mereka. Kenapa? Apa yang membuat mereka tertarik jadi entertainer? Apakah kepopuleran dan materi yang membuat anak-anak ini bercita-cita seperti itu? Memangnya anak-anak sudah berpikir sejauh itu?
Bukan berarti profesi entertainer tidak bagus, sah-sah aja, selama masih halal, why not? Daripada jadi koruptor, hayo..Dari cerita di atas, saya jadi berpikir, kenapa ngga sekalian aja kita perkenalkan anak-anak sejak dini dengan hal-hal yang berbau Islam berikut pernik-perniknya. Memang tidak harus selalu menggunakan symbol Islam untuk menunjukkan keIslaman kita. Namun tidak ada salahnya kan, jika anak sejak kecil dikenalkan dengan hal-hal tersebut. Apalagi tiap malam kita bacakan cerita-cerita tentang Nabi dan Rosul, serta para salafus sholeh. Agar pelan-pelan mereka nge-fans kepada orang-orang sholeh. Semoga suatu saat mereka punya cita-cita menjadi ulama, paling tidak gaya hidupnya meniru para salafus sholeh. Atau kebanggaan mereka adalah ketika bisa hafal Al qur’an atau bisa khatam Iqro’ atau hafal sekian hadist. Betapa inginnya saya punya anak yang jadi seorang ulama. Bahkan jauh di lubuk hati saya yang terdalam, saya punya mimpi mempunyai anak yang jadi Khalifah ! ha.ha.ha. Kenapa tidak? Mimpi kan gak bayar.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home